
Mengapa Atap Menjadi Sumber Panas pada Bangunan?
Atap adalah permukaan bangunan yang paling lama terpapar sinar matahari sepanjang hari. Material seperti seng dan galvalum menghantarkan panas dengan cepat, menyebabkan heat gain, panas yang masuk ke dalam ruangan melalui atap, meningkat signifikan sebelum diteruskan ke ruangan di bawahnya. Tanpa lapisan penghambat panas yang tepat, ruangan menjadi lebih panas, AC bekerja lebih berat, dan biaya listrik meningkat, masalah yang paling terasa di iklim tropis seperti Jakarta.
Sepanjang Hari
Atap terpapar radiasi matahari langsung tanpa jeda
Konduktor Cepat
Material seng/galvalum menghantarkan panas dengan cepat ke dalam ruangan
Biaya Naik
AC bekerja lebih berat, tagihan listrik ikut meningkat
Bagaimana PU Foam Mengurangi Transfer Panas dari Atap?
PU Foam memiliki konduktivitas termal serendah 0.022–0.028 W/m·K, jauh lebih rendah dibanding material insulasi konvensional. Saat disemprotkan, material mengembang 30–50 kali dari volume awal, membentuk lapisan menyatu tanpa sambungan yang menutup permukaan atap secara merata. Tidak seperti insulasi lembaran yang menyisakan celah di setiap titik pertemuan, lapisan PU Foam menghambat rambatan panas di seluruh permukaan tanpa titik lemah.

Keunggulan Polyurethane Foam untuk Insulasi Atap
Konduktifitas termal rendah
0.022–0.028 W/m·K menjaga suhu ruangan lebih stabil dan menghemat biaya energi listrik.
Lapisan Tanpa Sambungan
Disemprot langsung ke permukaan atap, tanpa celah tempat panas atau kelembaban masuk.
Pengerjaan Cepat
Kering dalam kurang dari 6 detik, dengan kapasitas pengerjaan hingga 200m² per hari.
Durabilitas yang baik
Dapat bertahan dengan selama umur bangunan itu sendiri, dengan implementasi yang benar.
Efisiensi Energi
Mengurangi beban kerja AC dan menurunkan biaya listrik, krusial di lingkungan Indonesia yang panas.
Fleksibel untuk Berbagai Bangunan
Diterapkan pada bangunan industri, residensial, dan komersial dengan hasil yang sama-sama efektif
Aplikasi PU Foam pada Berbagai Jenis Atap
Metode spray menyesuaikan bentuk dan material atap tanpa memerlukan pembongkaran struktur existing.
Atap Metal / Spandek
Aplikasi langsung pada permukaan metal, menghambat panas yang dihantarkan material logam ke dalam ruangan.
Atap Rumah Residensial
Memberikan kenyamanan di tengah cuaca ekstrem Jakarta dan perlindungan optimal dari suhu panas
Atap Bangunan Komersial
Memberikan kenyamanan di tengah cuaca ekstrem Jakarta dan mengurangi panas di dalam gedung
Aplikasi PU Foam dari Sisi Bawah atau Atas Atap
Pemilihan sisi aplikasi yang ditentukan oleh kondisi dan area pekerjaan existing
Aplikasi dari Dalam (Non-exposed)
PU Foam disemprotkan di bagian bawah atap metal/spandek, dari sisi dalam bangunan.
-
Tidak memerlukan pembongkaran atap secara besar-besaran
-
Foam terlindung dari paparan UV langsung
-
Cocok untuk bangunan industrial baru yang belum operasional

Aplikasi dari Sisi Luar (Exposed)
PU Foam dipasang dari sisi eksterior sebagai bagian dari sistem insulasi atap.
-
foam terpapar langsung ke lingkungan luar, UV Topcoat layer diperlukan
-
Cocok untuk bangunan operasional yang mengalami kendala

Berapa Ketebalan PU Foam yang dibutuhkan?
Ketebalan ditentukan oleh:
-
Target thermal resistance yang ingin dicapai
-
Konstruksi atap existing
-
Kebutuhan suhu ruangan / penggunaan HVAC
-
Tingkat paparan panas eksternal
-
Fungsi bangunan dan risiko kondensasi
WIP menentukan spesifikasi akhir berdasarkan kondisi proyek Anda, dan tidak menerapkan satu ketebalan standar untuk semua bangunan.
.png)