
Insulasi PU Foam untuk Tangki Urea, LNG, F&B & Chilled Tank
Rigid Polyurethane Foam dapat digunakan sebagai thermal insulation pada tangki yang beroperasi di bawah temperatur ambient. Pada sistem in-situ pouring, PU Foam dibentuk langsung di dalam rongga antara dinding tangki dan outer skin untuk membantu membatasi heat gain dan mengurangi risiko kondensasi
Tanpa komitmen, tim kami membalas dalam hitungan jam.
Masalah Utama
Kenapa Tanki Dingin membutuhkan Insulasi?
Pada tanki dengan temperatur operasi di bawah ambient, panas dari lingkungan bergerak menuju media yang lebih dingin. Sistem insulation bertujuan memperlambat perpindahan panas dan membantu mengendalikan temperatur permukaan luar.
01
Membatasi Suhu Panas Luar
insulasi Polyurethane Foam membantu mengurangi panas dari lingkungan menuju media dingin di dalam tangki.
02
Mencegah Kondensasi
Insulasi yang tepat membantu menjaga temperatur permukaan luar agar tidak turun di bawah titik embun.
03
Insulasi tanpa Sambung
Nozzle, manhole, roof edge, skirt, support, ladder bracket membutuhkan detail lebih agar tidak menjadi titik lemah.

Mengapa PU Foam?
Mengapa PU Foam efektif untuk insulasi Tanki?
Rigid closed-cell PU Foam memiliki daya hantar panas rendah dan diaplikasikan sebagai foam yang mengembang langsung pada substrat. Hal ini memungkinkan lapisan insulasi mengikuti profil dinding dan membantu meminimalkan sambungan dibanding sistem insulasi lembaran.
01
Mengurangi Panas Masuk
Rigid PU Foam mempunyai daya hantar panas rendah sehingga dapat membantu memperlambat perpindahan panas dari lingkungan menuju media dingin
02
Mencegah Kondensasi
PU Foam membantu menjaga temperatur permukaan luar sistem agar tidak turun di bawah titik embun, Hasil akhirnya tetap bergantung pada ketebalan dan sistem suhu tanki
03
Lapisan tanpa sambung
In-situ pouring membentuk foam langsung di dalam cavity sehingga dapat mengikuti curved tank shell dan ruang yang sulit ditutup menggunakan insulation section biasa

Sistem Insulasi Pipa
Empat jenis tangki yang paling relevan untuk PU Foam cold insulation
Kebutuhan insulation ditentukan oleh temperatur operasi, ambient condition, target heat gain, risiko kondensasi, dan desain tangki. Semakin rendah temperatur operasi dibanding ambient, semakin penting continuity dan kualitas pengisian insulation
INSULASI
01
Urea Tank
Pada proses tertentu, urea atau larutan proses perlu dipertahankan pada temperatur yang dikendalikan. PU Foam dapat digunakan sebagai external thermal insulation ketika desain proses membutuhkan pengurangan heat transfer dari lingkungan.
INSULASI
03
Food & Beverage Tank
Chilled water, dairy, beverage, dan process-liquid tank dapat membutuhkan external insulation untuk membantu menjaga temperatur produk atau utility. PU Foam berada di luar process shell, bukan sebagai food-contact surface.
INSULASI
02
Rigid Closed-Cell PU Foam
LNG berada pada temperatur kriogenik sehingga insulation harus mengikuti engineered system dan project specification yang sangat spesifik. Rigid PU/PIR dapat relevan pada bagian atau sistem tertentu hanya bila disetujui dalam desain proyek
LAPISAN PELINDUNG
04
Chilled Water & Cold Process Tank
Chilled-water, glycol, brine, dan cold-process storage merupakan aplikasi yang sangat relevan ketika temperatur media berada di bawah ambient dan heat gain perlu dikendalikan.
Metode Kerja
In-Situ Inection: PU Foam dibentuk langsung di dalam celah tanki
Metode ini menggunakan ruang antara tank shell dan outer skin/jacketing sebagai mould. Pengisian tidak dilakukan sekaligus untuk seluruh tinggi tangki. Area dibagi menjadi beberapa lift atau zona agar rise, expansion, density, dan filling dapat lebih dikontrol.
01
Siapkan Celah
Outer Jacketing dipasang pada jarak sesuai target insulation thickness. Joint pada lower area harus cukup rapat agar PU tidak bocor sebelum foam bereaksi.
02
Pembagian zonasi lubang injeksi
Tangki dibagi menjadi horizontal zonasi dengan lubang injeksi agar foam dapat mengisi celah dengan lebih baik. untuk diameter besar, diperlukan beberapa lubang injeksi agar menghindari kopong
03
Kontrol venting hole
Lubang venting hole akan dimonitor yang berfungsi untuk memberikan jalur udara keluar dan membantu aplikator untuk memastikan area sudah terinjeksi dengan baik
04
Finishing
Setelah satu zona selesai dan kondisi foam cukup stabil, filling/vent hole ditutup dan proses dilanjutkan ke lift berikutnya sampai area tank terisi sesuai scope.

Quality control Insulasi
Yang paling penting bukan sekadar “foam masuk”, tetapi celah terisi secara konsisten
area injeksi terlalu luas, terlalu besar volume per injeksi, gel time yang terlalu cepat, atau venting yang buruk dapat menyebabkan kopong (void) . Karena itu metode injeksi harus disesuaikan dengan karakter foam dan kondisi tank

.png)