top of page

Mengungkap Perbedaan Cement-Based vs Intumescent Coating untuk Perlindungan Kebakaran

Diperbarui: 24 Apr


ilustrasi pemadam kebakaran

Dalam dunia perlindungan kebakaran, pemilihan antara cement-based dan intumescent coating adalah keputusan penting. Artikel ini akan membahas perbedaan antara keduanya serta keunggulan masing-masing dalam melindungi struktur dari bahaya kebakaran.


Apa itu Cement-Based Coating?

Cement-based fireproofing menggunakan metode spray dengan penggabungan air dan material fireproofing yang biasa diaplikasikan pada struktur bangunan untuk memperlambat rambatan panas dari api dan melindungi bangunan dari kerusakan yang diakibatkan dari kebakaran.


Apa itu Intumescent Coating?

Intumescent coating adalah cat yang dilapiskan pada struktur bangunan, dimana ketika bangunan mengalami kebakaran, struktur bangunan yang dilapisi intumescent coating akan mengembang hingga 100x dari ukuran awal, dan akan melindungi besi/ struktur bangunan selama 30 menit hingga 3 jam. 


Perbandingan Cement-Based vs Intumescent Coating

Agar lebih memahami keunggulan dan kekurangannya dengan baik sebelum memilih antara cement-based dan intumescent coating. Mari kita bandingkan keduanya terlebih dahulu dari beberapa aspek!

1. Mekanisme Perlindungan

Mekanisme Perlindungan Terhadap Panas:

Lapisan Berbasis Semen

Lapisan ini bertujuan untuk melindungi bangunan dari bahaya api dengan dua cara utama. Pertama, dengan membentuk penghalang fisik, lapisan ini mampu melambatkan penyebaran api dengan melapisi permukaan. Kedua, meningkatkan ketahanan bangunan terhadap api dengan memperkuat struktur dan mengurangi risiko kerusakan akibat panas.

Lapisan Intumescent

Sementara itu, lapisan intumescent berperan dengan cara yang berbeda. Ketika terpapar panas, lapisan ini akan mengembang dan membentuk lapisan busa tebal yang bertindak sebagai isolator panas. Selain itu, proses ini juga memperlambat dekomposisi material bangunan, sehingga melindungi struktur dari kerusakan yang disebabkan oleh api.


ilustrasi kebakaran

Reaksi Terhadap Panas:

Lapisan Berbasis Semen

Ketika terkena suhu tinggi, lapisan ini cenderung mengeras dan retak, yang dapat mengurangi efektivitasnya dalam menghadapi api. Selain itu, kehilangan air juga dapat mengurangi ketahanan api lapisan ini.

Lapisan Intumescent

Sebaliknya, lapisan intumescent akan mengembang dan mengeras saat terpapar panas, membentuk lapisan busa yang melindungi struktur bangunan. Proses ini juga melibatkan pelepasan gas dan uap air, yang membantu mendinginkan struktur dan memperlambat penyebaran api.

2. Aplikasi dan Instalasi

Permukaan saat pengapikasian kedua jenis pelindung ini harus dibersihkan dari debu, minyak, dan kontaminan lainnya. Permukaan yang kasar perlu diratakan terlebih dahulu, sementara primer dapat meningkatkan adhesi. Untuk pelapis intumescent, penting untuk membersihkan karat dan cat yang mengelupas dengan pelarut yang sesuai. Aplikasi dapat dilakukan dengan berbagai alat, seperti kuas, roller, atau trowel untuk pelapis berbasis semen, sementara pelapis intumescent biasanya disemprotkan. Pastikan ketebalan total sesuai dengan persyaratan fireproofing, dan untuk pelapis intumescent, aplikasikan dalam beberapa lapisan tipis untuk pengembangan yang optimal saat terjadi kebakaran.

3. Durabilitas dan Pemeliharaan

Lapisan berbasis semen menawarkan keunggulan dalam ketahanan jangka panjang terhadap abrasi, benturan, dan kondisi cuaca ekstrem. Mereka juga mampu bertahan pada suhu tinggi hingga 1000°C dalam waktu singkat, dengan umur pakai mencapai 20 tahun. Di sisi lain, lapisan intumescent menunjukkan ketahanan yang lebih rendah terhadap kondisi tersebut, dengan umur pakai hanya sekitar 10 tahun. Perawatan juga menjadi pertimbangan penting, dimana lapisan berbasis semen memerlukan perawatan minimal dan dapat dicat ulang untuk memperpanjang umur dan estetika. Sementara itu, lapisan intumescent membutuhkan perawatan rutin yang intensif untuk memastikan keefektifannya, dan tidak dapat dicat ulang tanpa mengurangi kinerjanya.

4. Estetika dan Finishing

Dalam hal estetika, pelapis berbasis semen memiliki tampilan yang kasar dan bertekstur, serta tersedia dalam berbagai warna, terutama warna earth tone. Pelapis ini dapat dicat ulang sesuai keinginan. Ada beberapa opsi finishing yang tersedia, mulai dari yang halus setelah dipoles, hingga yang kasar tanpa poles, serta dapat diaplikasikan dengan tekstur khusus.

Secara estetika, pelapis intumescent memiliki tampilan yang halus dan rata, dengan pilihan warna yang beragam, terutama putih dan abu-abu. Namun, pelapis ini tidak dapat dicat ulang. Terdapat opsi finishing seperti halus standar, semi-gloss, dan gloss.


ilustrasi budgeting

5. Biaya dan Efisiensi

Bahan berbasis semen memiliki keunggulan biaya lebih rendah dan kemudahan aplikasi tanpa peralatan khusus, sehingga menghemat tenaga kerja. Sementara itu, lapisan intumescent cenderung lebih mahal dan memerlukan peralatan spesifik seperti sprayer dan kompresor. Meskipun lapisan intumescent memiliki daya tahan api yang lebih tinggi, pengeringannya lebih lambat dan membatasi penggunaan area. Namun, bahan berbasis semen memiliki efisiensi waktu, material, dan aplikasi yang lebih tinggi, karena pengeringannya cepat dan dapat diaplikasikan pada berbagai permukaan.

6. Kelebihan dan Kekurangan

Cement-based coating merupakan salah satu pilihan yang populer dalam perlindungan terhadap api. Kelebihannya meliputi biaya yang lebih terjangkau, kemudahan aplikasi, daya tahan yang baik terhadap api dan air. Namun, coating ini memiliki kelemahan seperti kurang tahan terhadap suhu panas tinggi, memerlukan lapisan yang lebih tebal, serta menambah beban pada struktur. Di sisi lain, intumescent coating menawarkan perlindungan yang lebih baik terhadap suhu tinggi, lebih ringan, dan lebih estetis, meskipun dengan biaya yang lebih tinggi dan kesulitan aplikasi yang lebih besar. Kelemahan lainnya adalah kurangnya ketahanan terhadap air.


Kesimpulan

Memilih antara cement-based coating dan intumescent coating tergantung pada kebutuhan dan aplikasi spesifik. Cement-based coating cocok untuk area dengan risiko kebakaran rendah, memiliki daya tahan yang tinggi, dan lebih ekonomis. Sementara itu, intumescent coating lebih sesuai untuk area dengan risiko kebakaran tinggi, membutuhkan ketahanan api aktif, dan cocok untuk struktur logam. Faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah tingkat risiko kebakaran, kebutuhan estetika, anggaran, dan jenis permukaan yang akan dilapisi.


Rekomendasi Layanan Fireproofing Terbaik

Setelah memahami perbedaan antara cement-based dan intumescent coating untuk perlindungan kebakaran, saatnya Anda memilih yang terbaik. PT. Wahana Indoko Pratama menawarkan layanan fireproofing terkemuka di industri, memastikan keselamatan dan ketenangan Anda. Hubungi kami sekarang untuk solusi fireproofing yang tak tertandingi!



PT. Wahana Indoko Pratama

Head Office

Ruko Golf Lake Residence Venice Blok B 18-19 Jl. Kamal Raya Outer Ring Road, Cengkareng Timur, Jakarta Barat

Workshop

Jln. Iskandar Muda No.83 Sewan Rawa Kucing Kecamatan Neglasari, Tangerang, Indonesia 15129

Kontak Kami

Ericko Marvin : 0812 6166 2188

Dedy Afriadi : 0812 8849 3680

Ricky Hamdja : 0819 3236 0033

Andra Permanajaya : 0858 8234 1919

16 tampilan0 komentar

Comments


Commenting has been turned off.
bottom of page